PALU,TRUESTORY – Anggota DPRD Kota Palu, Irsan Satriya, S.H., menyerap berbagai aspirasi warga Kelurahan Besusu Timur dalam kegiatan reses caturwulan II masa persidangan 2026, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Besusu Timur, Kecamatan Mantikulore, tersebut menjadi ruang bagi warga menyampaikan sejumlah persoalan lingkungan, mulai dari drainase, penerangan jalan, perbaikan lorong hingga kebutuhan Posyandu dan pendidikan.
Camat Mantikulore Risdianto mengatakan, reses memberikan kesempatan kepada masyarakat menyampaikan kebutuhan secara langsung kepada anggota DPRD untuk kemudian diperjuangkan melalui pembahasan di lembaga legislatif.
“Jangan ragu menyampaikan usulan, terutama kebutuhan yang menjadi prioritas di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Warga mengeluhkan sejumlah saluran drainase yang belum terealisasi, termasuk di wilayah Mandua dan kawasan Sungai Pondok yang kerap tergenang saat hujan. Material pasir yang terbawa aliran sungai juga dinilai mengurangi kapasitas saluran.
Selain itu, warga meminta perbaikan lampu jalan yang mati, pemasangan paving di sejumlah lorong, perbaikan Jalan Lorong Perjuangan, serta bantuan seragam sekolah bagi siswa SD.
Kader Posyandu juga mengusulkan bantuan seragam, alat pemeriksaan kesehatan, papan nama, dan papan informasi. Sementara Ketua RT mengusulkan penyediaan handy talky untuk mempercepat komunikasi ketika terjadi persoalan di lingkungan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Irsan mengatakan seluruh usulan akan dicatat dan dikoordinasikan dengan pemerintah serta dinas terkait.
“Tidak boleh ada anak kehilangan kesempatan sekolah hanya karena persoalan zonasi atau biaya. Kalau ada kasus seperti itu, segera sampaikan kepada kami agar bisa dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan,” kata Irsan.
Ia juga meminta warga melaporkan masyarakat yang belum memiliki BPJS Kesehatan agar dapat diperjuangkan memperoleh akses layanan kesehatan.
Irsan menjelaskan, sejumlah program infrastruktur telah memiliki anggaran 2026. Namun, beberapa usulan masih terkendala persoalan teknis maupun keberatan warga.
Untuk 2027, ia mendorong pola penganggaran yang lebih fleksibel berdasarkan kebutuhan kelurahan. Dengan demikian, pembangunan drainase maupun penerangan dapat diarahkan ke titik yang paling membutuhkan.
Reses tersebut turut didampingi staf Humas DPRD Kota Palu, Ilham dan Emilda Piola.

