Palu, MemoSulawesi.id – Anggota DPRD Kota Palu dari Komisi C, Abdurrahim Nasar Al Amri, menyerap aspirasi warga Salena, Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi, dalam kegiatan reses pada Rabu malam, 19 Agustus 2026.
Reses tersebut turut dihadiri perwakilan Program Berani Cerdas Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah dan Lurah Buluri. Abdurrahim juga didampingi Staf DPRD Palu, Ulan Safitri dan Sri Wahyuni.
Pantauan MemoSulawesi.id, Abdurrahim tiba di lokasi sekitar pukul 20.39 WITA dan langsung menyapa warga yang telah menunggu.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah aspirasi, terutama terkait jalan lingkungan, jalan pertanian, akses air bersih, serta infrastruktur yang mendukung aktivitas pertanian.
Salah seorang warga Salena, Ruslin, mengatakan kondisi jalan kebun menjadi salah satu kendala masyarakat dalam membawa hasil panen.
“Jalan kebun, kendala kami saat ini tentang jalan. Olehnya kami harap jalan bisa dikerjakan,” ujar Ruslin.
Menurut Ruslin, pembangunan jalan kebun tersebut sebelumnya telah mendapat anggaran sekitar Rp50 juta. Namun, hingga kini belum ada kelanjutan pengerjaannya.
“Tapi belum ada lanjutannya. Kami harap melalui Pak Dewan jalan ini bisa terealisasi,” katanya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Abdurrahim mengatakan dirinya sebelumnya telah memperjuangkan pembangunan akses jalan menuju salah satu kawasan produksi masyarakat di Salena.
Ia menyebut telah membuka akses jalan pada salah satu titik di kawasan tersebut dan memperjuangkan pembangunan lanjutan berupa jalan beton kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Menurut Abdurrahim, proposal yang dibawanya telah ditandatangani Gubernur Sulawesi Tengah.
Ia juga mengatakan usulan tersebut telah dikoordinasikan dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) serta Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah agar dapat memperoleh dukungan anggaran.
“Kalau bisa jangan sampai di tahun ini tidak lolos untuk anggaran tersebut,” ujar Abdurrahim.
Namun, terkait sejumlah titik jalan pertanian lain yang baru disampaikan warga dalam reses, Abdurrahim mengaku masih perlu melihat langsung kondisi di lapangan.
Ia berencana turun dan meninjau sejumlah kawasan produksi masyarakat di Salena. Menurutnya, wilayah Salena memiliki sejumlah kantong produksi yang berada di kawasan perbukitan.
“Karena ternyata kantong produksi yang ada di Salena ini, kita ini Salena ini gunung. Ada kanan, ada kiri, jadi bermacam kantong produksinya masyarakat,” katanya.
Selain persoalan jalan, warga juga menyampaikan aspirasi mengenai akses air bersih.
Abdurrahim mengatakan telah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu, Yadin, terkait persoalan tersebut. Ia ingin memastikan penyebab terganggunya akses air bersih di kawasan Salena.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak semata-mata disebabkan kondisi kemarau, tetapi perlu ditelusuri lebih lanjut, termasuk kondisi jaringan perpipaan dan distribusi air.
Abdurrahim mengatakan pihaknya bersama Dinas PU Kota Palu akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi jaringan air bersih.
“Nanti kami mau turun langsung sama Dinas PU di bagian perairan dengan Pak Muhammad Nur. Kami akan turun dengan Pak Yadin juga dari Dinas PU,” ujarnya.
Ia menambahkan, peninjauan lapangan juga akan dilakukan untuk melihat persoalan jalan yang disampaikan masyarakat.
Menurut Abdurrahim, penanganan infrastruktur perlu melihat kewenangan masing-masing instansi.
Jalan tertentu dapat menjadi kewenangan pemerintah daerah, sementara akses jalan yang lebih besar dapat ditangani Dinas PU sesuai kewenangannya.
Reses tersebut menjadi kesempatan bagi warga Salena untuk menyampaikan langsung kebutuhan pembangunan kepada wakil rakyat.
Aspirasi terkait jalan lingkungan, jalan pertanian dan air bersih selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

