ReferensiA.id – Wakil Ketua I DPRD Palu, Muhlis U Aca, mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kualitas air tanah sebagai sumber air bersih sebagian besar masyarakat Kota Palu saat menggelar reses di Jalan Keramik, Kelurahan Duyu, Kecamatan Palu Selatan pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Pada kegiatan serap aspirasi masyarakat itu, Muhlis Aca menghadirkan perwakilan Dinas Sosial, Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) di tengah-tengah masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Palu Selatan dan Tatanga yang hadir.
Perwakilan Dinas PU yang memberikan penjelasan terkait peranan lembaganya menyinggung persoalan septic tank atau tangki septik penampung tinja yang bisa mencemari lingkungan jika tidak dibuat dan dikelola secara baik.
Tangki septik bahkan disebut dapat mencemari lingkungan, terutama sumber air bersih yang memanfaatkan air tanah jika dibangun tidak sesuai standar.
Masyarakat juga diimbau untuk melakukan penyedotan tangki septik minimal setiap tiga tahun sekali agar bakteri dan limbah pada penampung tinja tidak semakin menumpuk dan mencemari lingkungan.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua I DPRD Palu, Muhlis Aca mengajak masyarakat agar turut menjaga kualitas air tanah yang menjadi sumber air bersih sebagian besar masyarakat Kota Palu.
“Berdasarkan penjelasan PU tadi, ternyata persoalan tinja itu septic tank harus disedot setiap 3 tahun sekali. Jarak septic tank minimal 10 meter (dari sumur air tanah),” kata Muhlis.
Politisi Golkar itu berharap agar masyarakat peduli, dengan rutin melakukan penyedotan tangki septik agar lingkungan dan air tanah tidak tercemar limbah tinja.
Selain itu, Muhlis juga menjelaskan terkait potensi bantuan yang dapat diakses masyarakat melalui Dinas Sosial maupun Dinas UMKM Kota Palu.
Ia juga menyampaikan dampak efisiensi anggaran pemerintah yang menyebabkan sejumlah program yang diusulkan belum dapat terealisasi.
Reses Anggota DPRD Kota Palu tersebut terselenggara atas dukungan Sekretariat DPRD Palu, yang melibatkan koordinator reses Mardiah dan Mamnun Aulia Rahman, serta pendamping reses Putri dan Rifki.

