PALU — Anggota DPRD Kota Palu dari Daerah Pemilihan (Dapil) III Palu Selatan dan Tatanga, Anna Fatima Zukhra, kembali menggelar kegiatan reses di wilayah Petobo, Senin malam (20/10). Kegiatan ini menjadi ajang penjaringan aspirasi masyarakat untuk program pembangunan tahun 2025.
Dalam sambutannya, Anna menyapa warga dengan hangat dan mengungkapkan kerinduannya bisa kembali bertemu langsung dengan konstituennya.
“Saya rindu di bagian sini, makanya saya bilang ke koordinator untuk reses di sini, biar tidak dilupa. Jangan sampai ada kata, Ibu Anna sudah lupa setelah naik jadi anggota dewan,” ujarnya disambut tawa warga.
Anna mengakui bahwa beberapa hasil reses sebelumnya belum terealisasi. Namun, ia memastikan akan terus memperjuangkan agar usulan masyarakat mulai ditindaklanjuti mulai tahun ini.
“Alhamdulillah, ini sudah keempat kalinya saya turun reses. Memang belum ada yang terealisasi, tapi insya Allah tahun ini sampai 2026 akan mulai direalisasikan, walaupun agak lambat karena keterbatasan dana pemerintah,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Anna mengatakan sudah berkoordinasi dengan Dinas UMKM Kota Palu. “Sebenarnya malam ini saya sudah memanggil pihak Dinas UMKM, tapi sepertinya mereka berhalangan hadir. Saya akan tanyakan langsung karena setahu saya pelatihan itu ada, hanya saja pendaftarannya belum saya ketahui secara pasti,” katanya.
Aspirasi lain datang dari seorang guru mengaji yang meminta bantuan insentif bagi guru mengaji. Anna menjelaskan bahwa ia telah menanyakan hal tersebut sejak masa pencalonan Walikota.
“Saya sudah pertanyakan soal gaji untuk guru mengaji sejak Walikota mencalonkan diri lagi, tapi memang belum ada jawaban. Namun saya akan terus dorong agar ini diperhatikan,” tegasnya.
Selain itu, warga juga menyoroti masalah drainase di lingkungan RT 3 RW 4 Petobo yang belum tertangani sejak lama. Seorang warga bernama Yuli mengungkapkan, meski jalan di wilayahnya sudah bagus, belum ada saluran pembuangan air yang memadai.
“Kalau pembuangan air selalu di belakang rumah, tanah jadi becek dan tidak sehat. Masalah ini sudah kami sampaikan sejak 15 tahun lalu, tapi belum ada tindak lanjut,” ungkap Yuli.
Menjawab hal tersebut, Anna menyarankan agar warga menuliskan secara rinci aspirasi mereka dalam lembar aspirasi agar dapat diteruskan ke instansi teknis.
“Saya ingat itu, tapi tolong tetap ditulis di lembar aspirasi supaya bisa saya kumpulkan dan sampaikan. Memang di wilayah sini belum ada drainase sama sekali,” ujarnya.***
SUMBER : radarpalu.jawapos.com

