Rusman Ramli membahas kondisi Pasar Bambaru dan kebutuhan dasar warga Palu dalam sebuah podcast, sambil menegaskan komitmen Komisi B DPRD mengawal isu strategis kota. Pernyataan Rusman Ramli menyoroti masalah pasar yang kurang diminati serta urgensi penataan kebijakan publik.
Rusman memaparkan bahwa Pasar Bambaru belum mampu mendorong aktivitas ekonomi meski pemerintah telah menyelesaikan revitalisasinya. Ia menyebut pedagang masih mengeluhkan rendahnya kunjungan masyarakat. Karena itu, Komisi B turun langsung meninjau lokasi dan menggelar rapat dengar pendapat dengan pemerintah kota.
Dalam rapat tersebut, Komisi B menyarankan perubahan fungsi pasar menjadi pusat kuliner malam agar kawasan itu bergerak kembali.
“Kami menilai konsep kuliner malam bisa menarik lebih banyak warga dan membuka ruang kegiatan seni,” ujar Rusman Ramli, Jumat.
Selain membahas Pasar Bambaru, Rusman juga menyoroti kebutuhan dasar masyarakat yang menurutnya harus mendapatkan prioritas anggaran. Ia menyebut bahwa pembangunan taman tetap penting, namun pemerintah kota perlu memastikan dukungan untuk guru honorer, pegawai syara, dan pelaku UMKM berjalan dengan efektif.
Menurutnya, beban anggaran kota dapat meningkat jika program seperti pengadaan bus Transpalu tidak melalui perhitungan yang matang. Karena itu, ia mendorong evaluasi menyeluruh terhadap seluruh program yang berpotensi mengganggu stabilitas fiskal daerah.
Dalam sesi tanya jawab, Rusman merespons keluhan publik terkait pembayaran PBB yang terintegrasi dengan iuran sampah serta kondisi jalan di permukiman hunian tetap. Ia memastikan Komisi B akan mengikuti setiap laporan yang masuk melalui mekanisme pengawasan formal.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah perlu menata kembali kebijakan pajak dan retribusi. Menurut Rusman, penurunan tarif pajak restoran dari 10 persen menjadi 5 persen mencerminkan tanggapan pemerintah terhadap tekanan ekonomi masyarakat pasca-bencana dan pandemi.
Menutup diskusi, Rusman Ramli menyampaikan visi agar Kota Palu terus berkembang sebagai kota lima dimensi dan mampu menarik wisatawan melalui potensi alam dan budaya lokal. Meskipun ia sempat menyinggung peluang “naik kelas” dalam karier politik, ia menegaskan bahwa keputusan itu harus mengikuti “kitab tahu diri dan kitab percaya diri” sebagai prinsip dasar seorang politisi.
Sumber: Saraba Channel

