Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok
TRIBUNPALU.COM, PALU – Anggota DPRD Palu, Rusman Ramli, mengungkapkan rencana untuk melanjutkan kiprah politiknya dengan maju ke DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.
Niat tersebut disampaikan Rusman setelah mengikuti kegiatan reses Caturwulan II Tahun Sidang 2026 di Kantor Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Selasa (18/8/2026).
Pada reses kali ini Rusman Ramli hadir bersama Dedi Suriansyah dan Kusmayadi sebagai tim pendamping reses dari sekretariat DPRD Palu.
Selain itu turut hadir juga Bayu Febrianto, Agussalim dan Yulianti Pakiding sebagai koordinator reses DPRD Palu.
Rusman Ramli mengatakan, rencana untuk maju ke tingkat provinsi perlu dipersiapkan sejak jauh hari.
Namun, keputusan tersebut tetap harus mempertimbangkan strategi dan kebijakan partai.
“Kalau persoalan ke depan, tinggal dilihat bagaimana strateginya,” kata Rusman saat ditemui awak media.
Ia menyebut, dirinya masih menunggu seperti apa formasi yang akan ditetapkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Menunggu seperti apa formasi yang disampaikan oleh partai PKS,” ujarnya.
Rusman Ramli saat ini tercatat telah menjabat sebagai anggota DPRD Palu selama tiga periode, sejak 2014 hingga sekarang.
Pengalaman tersebut dinilainya menjadi bekal untuk mengemban tanggung jawab di tingkat yang lebih tinggi.
Selain sebagai langkah pengembangan karier politik, Rusman menyebut rencana tersebut juga dapat membuka kesempatan bagi kader lainnya untuk berkompetisi memperebutkan kursi DPRD Palu.
“Agar bisa memberikan kesempatan kepada kader partai agar bisa ikut berkompetisi di DPRD Palu ke depannya,” tuturnya.
Terima Aspirasi Warga Talise
Pernyataan mengenai rencana maju ke DPRD Sulteng itu disampaikan dalam rangkaian kegiatan reses yang diikuti sekitar 50 warga dari sejumlah RT dan RW di Kelurahan Talise.
Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi, terutama terkait kebutuhan peningkatan infrastruktur lorong dan persoalan persampahan.
Rusman mengatakan, persoalan sampah menjadi salah satu hal yang perlu segera dikoordinasikan dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, terdapat kendala komunikasi antara pekerja padat karya dengan armada pengangkut sampah di lapangan.
“Tadi sudah disampaikan juga oleh anggota padat karya terkait permasalahan di lapangan, ini akan kami koordinasikan,” katanya.
Ia menilai persoalan pengelolaan sampah membutuhkan perhatian bersama agar sistem pengangkutan dapat berjalan lebih baik.
Rusman berharap aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui reses dapat ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama organisasi perangkat daerah terkait.
Upaya tersebut dinilai penting untuk memperbaiki tata kelola persampahan di Kota Palu sekaligus mendukung target pemerintah daerah dalam meraih penghargaan Adipura.
“Agar pengelolaan persampahan kita di Kota Palu bisa diatasi dan bisa membawa kota kita meraih lencana piala Adipura,” pungkasnya.(*)

