PALU, TADULAKO – Anggota DPRD Kota Palu, Donald Payung Mangawe, menggelar kegiatan reses atau penjaringan aspirasi caturwulan II tahun 2026 di Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan reses Donald Payung Mangawe ini menjadi wadah bagi ratusan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan dan harapan langsung kepada wakil rakyatnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian (Kabag) Kesra Sekretariat Daerah Kota Palu, Muhammad Basron, beberapa perwakilan OPD Kota Palu, serta tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan warga dari Daerah Pemilihan (Dapil) III Kota Palu. Lebih dari 300 warga tampak antusias mengikuti jalannya reses Donald Payung Mangawe tersebut.
Dalam sesi dialog, berbagai permasalahan mendesak disampaikan oleh warga. Salah seorang ibu mengeluhkan masalah sanitasi yang belum memadai karena ketiadaan got dan sulitnya akses PDAM di beberapa wilayah, serta kualitas air yang memiliki zat kapur tinggi.
“Masalah sanitasi, belum ada got, kapan itu bisa terjawab? Mengenai PDAM belum terjangkau, tapi saat ini sedang diprogramkan, air di tempat kami, zat kapurnya tinggi,” ujarnya.
Permasalahan sampah juga menjadi sorotan. Warga merasa keberatan karena harus membawa sampah ke tempat pembuangan induk dan dikenakan biaya. Selain itu, kondisi tiang listrik yang belum merata juga dikeluhkan, serta permintaan untuk menghadirkan Babinsa dan Kamtibmas guna menjaga keamanan lingkungan. Warga juga meminta Lurah untuk dapat hadir dalam kegiatan reses Donald Payung Mangawe.
Harun, yang mewakili jemaat gereja, berharap adanya bantuan untuk tempat tinggal pengelola rumah ibadah, khususnya bagi pendeta dan pastor yang saat ini masih menyewa secara mandiri. Ia berharap aspirasi ini dapat masuk dalam APBD Perubahan.
Seorang warga RT 1 menyoroti prasarana jalan sepanjang 100 meter yang anggarannya dipindahkan ke lokasi lain, drainase yang terputus, dan kebutuhan penerangan jalan yang sangat mendesak. Masalah pembiayaan pos ronda juga dipertanyakan karena saat ini kondisi lingkungan dirasa rawan. Warga lainnya yang berprofesi sebagai pemilah sampah juga mengeluhkan banyaknya sampah yang dibuang sembarangan dan kondisi drainase yang banyak terputus.
Merespon aspirasi tersebut, Donald Payung Mangawe memberikan beberapa penjelasan.
“Masalah pipa resapan sudah disampaikan pada penanggung jawabnya, silakan didaftar saja nantinya. Untuk PDAM belum diserahkan ke kota, masih hanya sebagian seperti di wilayah huntap karena ada prioritas, saat rapat mitra dengan PDAM saya sudah sampaikan,” jelas Donald Payung Mangawe.
Terkait masalah sampah, ia berjanji akan menyampaikannya langsung kepada pihak kelurahan, mengingat hal ini sudah kerap terjadi. Untuk pos ronda, Donald Payung Mangawe tidak bisa menjanjikan waktu pasti, namun akan mengusahakan dengan ketentuan penyiapan lahan dari warga. Penerangan dan drainase juga akan diupayakan untuk dimasukkan dalam program, karena menjadi kebutuhan mendesak.
Sementara itu, Kabag Kesra Muhammad Basron menyampaikan salam dari Wali Kota Palu dan menegaskan komitmen untuk mendampingi masyarakat terkait bantuan hibah, beasiswa, dan insentif pengurus rumah ibadah.
“Mengenai hibah, dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang ada. Ketika meminta harus sekaligus menyiapkan proposalnya, karena tanggal masuk proposal juga menjadi pertimbangan keputusan. Terutama saat ini aturannya sedikit lebih ketat, ada waktu minimal masuk yaitu pada bulan Juni batas penerimaannya,” terangnya.
Basron menambahkan bahwa khusus untuk tempat tinggal pengelola rumah ibadah, seperti pendeta dan pastor, harus berada dalam lingkungan gereja sesuai ketentuan yang berlaku.
Donald Payung Mangawe juga menambahkan bahwa kondisi efisiensi nasional saat ini sangat berat, sehingga Kota Palu harus benar-benar memanfaatkan peluang pendapatan yang ada. Ia juga menyinggung perbaikan jalan yang telah terwujud berkat aspirasi yang ia sampaikan kepada salah satu partai, menekankan pentingnya tidak lagi melihat warna-warna partai dalam pembangunan.
Berbagai harapan dan masalah lain juga disampaikan, termasuk program pelibatan pemuda dalam ajang olahraga dan pertanyaan mengenai bantuan rehab rumah. Kegiatan reses Donald Payung Mangawe ini berlangsung interaktif dan banyak warga memanfaatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan wakilnya di parlemen.LIADalam kegiatan reses ini yang menjadi Koordinator adalah Mardiyah dan Mamnun Aulia Rahman, serta pendamping yaitu Lidia dan Idris.

