PALU, DPRD PALU – Anggota DPRD Kota Palu, Irsan Satriya, S.H., berkomitmen mempercepat realisasi bantuan sarana pendukung bagi kader Posyandu di wilayah Palu Timur. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap keluhan tenaga kesehatan masyarakat yang masih kekurangan alat penunjang pelayanan dasar.
Aspirasi tersebut mengemuka saat Irsan melaksanakan reses Caturwulan I Masa Persidangan Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Palu I, Jumat (30/1/2026). Dalam dialog tersebut, kader Posyandu mengungkapkan kendala teknis yang menghambat kenyamanan dan akurasi pelayanan di lapangan.
Ramla, salah seorang perwakilan kader Posyandu, menyampaikan bahwa kebutuhan mendesak saat ini meliputi alat pengukur tekanan darah (tensimeter), kipas angin untuk kenyamanan ruang tunggu, hingga seragam kader agar pelayanan terlihat lebih tertib dan profesional.
Menanggapi permintaan tersebut, Irsan Satriya menyatakan kesiapannya untuk mengawal bantuan tersebut melalui saku aspirasi maupun koordinasi program pemerintah. Ia menargetkan kebutuhan alat kesehatan dan sarana pendukung tersebut dapat terealisasi pada pertengahan tahun ini.
“Kami upayakan bantuan sarana Posyandu ini bisa masuk pada triwulan kedua atau ketiga tahun 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat adalah sektor vital yang harus didukung dengan peralatan yang memadai,” jelas Irsan di hadapan warga.
Selain sektor kesehatan, reses ini juga menyoroti pencapaian retribusi kebersihan di Kecamatan Palu Timur. Lurah Palu Timur, Dede A. Wijaya, melaporkan bahwa wilayahnya berhasil menempati peringkat kedua tertinggi dalam kontribusi retribusi kebersihan se-Kota Palu sepanjang tahun 2025.
Menurut Dede, capaian ini mencerminkan tingginya kesadaran warga dalam menjaga kelestarian lingkungan meskipun jumlah kelurahan di wilayahnya tergolong sedikit dibandingkan kecamatan lain di Kota Palu.
Sektor infrastruktur juga menjadi poin krusial yang disuarakan konstituen. Ketua RT 5 RW 1, Tambung, mendesak pemerintah untuk melakukan pengaspalan ulang di jalur lingkungan yang kini mengalami kerusakan cukup parah. Kerusakan jalan ini dinilai sangat menyulitkan mobilitas warga, terutama saat memasuki musim penghujan.
Irsan Satriya menegaskan bahwa usulan perbaikan jalan dan pembangunan drainase di kawasan Lorong Perjuangan telah masuk dalam catatan prioritasnya. Ia akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk memastikan perencanaan teknis dimulai pada tahun anggaran mendatang.
Persoalan penerangan jalan umum di bantaran Sungai Pondok juga turut dibahas. Irsan mengakui bahwa meskipun sebagian lampu telah terpasang, masih banyak titik yang padam dan membutuhkan penambahan unit baru demi keamanan warga di malam hari.
“Semua masukan ini adalah suara rakyat yang wajib kami perjuangkan di parlemen. Kami akan kawal agar seluruh usulan prioritas ini benar-benar masuk dalam program kerja pemerintah daerah sesuai kebutuhan riil masyarakat,” pungkas Irsan.

