PALU, DPRD PALU — Anggota DPRD Kota Palu, Reinhard Vester Tamma, memastikan percepatan pembangunan infrastruktur di tiga wilayah prioritas guna mengantisipasi dampak banjir musiman. Penegasan tersebut disampaikan saat ia menjaring aspirasi masyarakat di Jalan Gunung Loli, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Utara, Senin (2/2/2026).
Dalam pertemuan tatap muka tersebut, warga mengeluhkan kondisi drainase yang belum optimal menampung debit air saat intensitas hujan tinggi. Selain persoalan fisik, masyarakat juga mengusulkan pengadaan bantuan sosial berupa paket kain kafan yang saat ini stoknya dinilai masih sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan di lingkungan kelurahan.
Menanggapi keluhan itu, Reinhard Vester Tamma menyatakan bahwa penanganan banjir telah masuk dalam skema prioritas pembangunan yang sedang diperjuangkan di parlemen. Ia menilai intervensi infrastruktur tidak dapat ditunda mengingat kondisi cuaca di Kota Palu yang mulai fluktuatif.
“Penanganan banjir ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat, sehingga terus kami dorong agar segera direalisasikan,” tegas Reinhard di hadapan para konstituen yang hadir.
Legislator dari daerah pemilihan tersebut menjelaskan bahwa sejumlah program yang diusulkan pada periode sebelumnya kini telah dirasakan manfaatnya oleh warga. Capaian tersebut mencakup pembangunan pos ronda, penyaluran bantuan alat-alat kebersihan, hingga pemasangan paving block di pemukiman padat penduduk.
Pemasangan paving block tersebut diklaim efektif meminimalisir genangan air di area yang sebelumnya sering becek dan sulit dilalui saat hujan. Meski demikian, Reinhard mengakui masih ada beberapa titik krusial yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dan telah terjadwal pada anggaran tahun berjalan.
Pihaknya menargetkan program fisik di Jalan Sulawesi, Jalan Teluk Tomini, dan Jalan Gunung Loli dapat segera dieksekusi pada pertengahan hingga akhir tahun 2026. Fokus pengerjaan di tiga lokasi tersebut meliputi perbaikan total saluran irigasi dan penguatan struktur jalan melalui pemasangan rabat beton.
“Yang sudah terealisasi wajib kita jaga bersama. Untuk titik yang belum dieksekusi, pengerjaannya akan menyusul dalam waktu dekat karena sudah masuk dalam perencanaan teknis,” jelasnya.
Terkait usulan bantuan kain kafan, Reinhard berkomitmen mengoordinasikannya dengan instansi terkait agar kebutuhan sosial warga dapat terpenuhi. Ia menekankan bahwa fungsi reses adalah memastikan kebijakan pemerintah benar-benar menyentuh akar permasalahan di tingkat paling bawah.
Seluruh poin keberatan dan usulan warga telah dicatat sebagai dokumen resmi untuk ditindaklanjuti dalam rapat-rapat Banggar maupun Paripurna. Penanganan infrastruktur yang komprehensif di Lolu Utara menjadi fokus utama untuk memberikan rasa aman bagi warga dari ancaman luapan air hujan.
Sumber: Bulletin

