PALU – Anggota DPRD Kota Palu, Mohamad Imam Darmawan, melaksanakan kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat (reses) di Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan–Tatanga, Selasa (21/10/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda reses masa persidangan ketiga tahun 2025.
Dalam pertemuan tersebut, Imam menjelaskan kembali tugas dan fungsi anggota DPRD kepada warga. Ia menegaskan, DPRD tidak memiliki visi dan misi sendiri, melainkan bekerja berdasarkan visi, misi, dan program kerja wali kota dan wakil wali kota.
“Dewan tidak menentukan arah kebijakan ruang atau pembangunan. Kami hanya membahas anggaran berdasarkan RPJMD dan program pemerintah daerah,” ujar Imam.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme penganggaran. Menurutnya, seluruh usulan dari masyarakat akan disesuaikan dengan program prioritas pemerintah dan kemampuan anggaran daerah.
“Kalau ada calon legislatif yang menjanjikan semua permintaan pasti direalisasikan, jangan dipercaya. Dewan bukan penentu kebijakan anggaran,” tambahnya.
Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan aspirasi mereka. Ketua RT 01, Jurni, mengusulkan penyediaan air bersih dan fasilitas MCK yang sebelumnya pernah diajukan namun belum terealisasi. Warga lainnya juga mengusulkan program peternakan kambing, mengingat wilayah tersebut masih memungkinkan untuk pengembangan ternak sebagai penunjang ekonomi keluarga.
Menanggapi aspirasi warga, Imam menyatakan siap memperjuangkan usulan tersebut melalui mekanisme pembahasan di DPRD. Namun, ia menegaskan tidak ingin memberikan janji yang belum tentu dapat dipenuhi.
“Saya tidak bisa berjanji, tapi akan berusaha memperjuangkan apa yang diusulkan. Karena janji itu bagian dari utang, dan utang adalah dosa,” katanya.
Selain menerima aspirasi, Imam juga mengingatkan masyarakat untuk turut berperan dalam pengawasan pelaksanaan program pemerintah, termasuk melaporkan jika terjadi pungutan tidak wajar di sekolah atau pelayanan publik lainnya.
“Kalau ada laporan, kami akan tindak lanjuti dengan memanggil pihak terkait. Tapi kendalanya, sering tidak ada yang berani memberikan kesaksian,” jelasnya.
Kegiatan reses ini berlangsung dalam suasana dialog terbuka. Warga antusias menyampaikan berbagai persoalan di lingkungan mereka, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.***
SUMBER : tonakodi.id

