PALU, DPRD PALU – Anggota DPRD Kota Palu, Rini Haris, menyoroti persoalan infrastruktur dasar yang masih menjadi keluhan utama masyarakat di Kelurahan Tondo, khususnya terkait buruknya sistem drainase. Aspirasi tersebut mencuat saat legislator Fraksi PAN ini menggelar reses perdana masa sidang tahun 2026 triwulan I di kawasan Perumahan Dosen Universitas Tadulako (Untad), Jumat malam (30/1).
Pertemuan tatap muka ini menjadi momentum penting bagi Rini Haris untuk mendengarkan langsung problematika wilayah pasca perhelatan pemilu. Sebagai perwakilan rakyat di daerah pemilihan (dapil) tersebut, ia mencatat sejumlah poin krusial yang dinilai mendesak untuk segera mendapatkan penanganan dari Pemerintah Kota Palu.
“Kegiatan malam ini merupakan reses pertama kami di masa sidang tahun 2026. Saya sengaja memilih lokasi di kompleks perumahan dosen ini untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan ruang menyampaikan aspirasinya,” jelas Rini Haris saat memberikan keterangan kepada media.
Masalah drainase menjadi isu paling menonjol yang dikeluhkan warga setempat. Ketiadaan saluran pembuangan air yang memadai di beberapa titik menyebabkan wilayah tersebut rentan mengalami genangan air saat intensitas hujan tinggi. Kondisi ini diperparah dengan sisa material berupa pasir dan sampah yang ikut terbawa arus hingga ke badan jalan.
Rini Haris mengungkapkan, buruknya sistem sanitasi lingkungan ini tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga menghambat mobilitas warga. Ia menegaskan bahwa pembangunan atau perbaikan drainase harus menjadi skala prioritas agar dampak luapan air tidak semakin meluas ke pemukiman penduduk.
“Catatan utama kami adalah masih adanya area yang belum memiliki drainase sama sekali. Akibatnya, saat hujan turun, banjir membawa material sampah dan pasir yang naik ke permukaan. Ini yang dikeluhkan warga karena sangat mengganggu kenyamanan,” ungkapnya.
Selain urusan drainase, minimnya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah lorong pemukiman juga menjadi perhatian. Warga merasa kondisi jalan yang gelap saat malam hari memicu kerawanan sosial dan berpotensi meningkatkan angka kriminalitas di lingkungan perumahan.
Tak hanya fokus pada infrastruktur fisik jalan, aspirasi masyarakat juga menyasar pada pengembangan sumber daya manusia melalui penyediaan sarana olahraga. Warga berharap pemerintah daerah dapat mengoptimalkan lahan yang ada untuk fasilitas olahraga guna mendukung aktivitas positif pemuda dan masyarakat sekitar.
Ia menambahkan, ketersediaan fasilitas olahraga yang layak akan menjadi wadah bagi warga untuk menjaga pola hidup sehat serta mempererat silaturahmi antarlingkungan. Oleh karena itu, usulan pengaktifan kembali sarana olahraga akan menjadi salah satu poin yang ia kawal dalam pembahasan anggaran mendatang.
“Kami mencoba merespons keinginan warga untuk mengaktifkan kembali sarana olahraga. Hal ini penting sebagai penunjang aktivitas positif masyarakat di Kelurahan Tondo,” pungkas Rini Haris.
Seluruh usulan dan aspirasi yang terkumpul dalam reses ini nantinya akan dikompilasi dalam laporan resmi DPRD Kota Palu. Dokumen tersebut akan diserahkan kepada eksekutif sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) agar pembangunan di Kota Palu tepat sasaran dan sesuai kebutuhan rill di lapangan.
Sumber: Outentik

