PALU, TADULAKO.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu dari Fraksi Demokrat, Rezky Hardianti Ramadani Pakamundi, menggelar kegiatan Reses atau penjaringan aspirasi catur wulan II masa sidang tahun 2026. Acara Reses Rezky Pakamundi ini berlangsung pada Rabu (19/8/2026) di Jalan Touwa I, Kelurahan Tatura Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Rezky menjelaskan bahwa reses merupakan agenda rutin yang telah diatur dalam perundang-undangan. Dirinya berharap dapat membawa banyak masukan dari kegiatan Reses Rezky Pakamundi ini untuk dibahas di DPRD Kota Palu.
“Tidak ingin pulang hanya lembaran kosong dan berharap masyarakat bisa menyampaikan masukan apa saja,” kata Rezky Hardianti Ramadani Pakamundi.
Nyoman, seorang warga RT 2 Tatura Selatan, mengungkapkan perbedaan fasilitas yang sangat mencolok antara Kelurahan Tatura Selatan dan kelurahan lainnya, terutama terkait masalah jalan dan drainase. Ia mempertanyakan apakah satu kecamatan memiliki sumber anggaran yang berbeda karena ketimpangan yang begitu nyata.
“Harus ada keadilan terutama masalah infrastruktur,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Dwi, warga Tatura Selatan lainnya. Ia merasa wilayahnya seperti dianak-tirikan. Dwi mencontohkan bataran sungai di Tatura Selatan yang tidak tersentuh dan kurang mendapat perhatian, padahal seharusnya tanggul tersebut diperhatikan.
Dwi menambahkan bahwa masalah penerangan jalan juga krusial. Kondisi jalan yang gelap membuat orang seenaknya membuang sampah di tanggul, padahal bukan sampah masyarakat Tatura Selatan. Berbagai keluhan lainnya dari warga termasuk banyak lorong yang belum dicor dan adanya kesenjangan lainnya.
Warga Tatura Selatan merasa padahal sama-sama membayar pajak, namun wilayah mereka kurang diperhatikan. Masalah air PAM yang sudah lama terpasang dan kini rusak, namun belum juga diperbaiki dan belum mengalir, juga menjadi sorotan dalam Reses Rezky Pakamundi ini.
Permintaan akan dana untuk pemasangan CCTV, walaupun hanya di poros jalan, juga disuarakan warga mengingat maraknya kasus pencurian akhir-akhir ini. Warga juga menanyakan cara mendapatkan bantuan dan apakah mereka yang sudah pernah menerima bantuan masih bisa mendapatkannya lagi. Ibu-ibu pun menyampaikan keinginan untuk membuka usaha namun terkendala modal.
Masalah ketersediaan gas 3 kg juga menjadi perhatian. Banyak pangkalan di Kota Palu yang tidak menyalurkan gas tepat sasaran. Contohnya, gas dijual sebarangan di kios-kios pasar dengan harga Rp45 ribu per tabung, padahal pangkalan selalu kehabisan stok meski ratusan tabung masuk. Warga meminta agar pangkalan diawasi agar harga seragam dan masyarakat tidak perlu mencari gas di luar pangkalan.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Rezky menyatakan bahwa masalah-masalah tersebut menjadi catatan penting untuk peningkatan pengawasan di bagian ekonomi. Dirinya berjanji akan menyampaikan keluhan warga dan menegaskan bahwa pembangunan tidak menginginkan adanya pilih kasih atau ketimpangan.
Rezky menjelaskan bahwa saat ini pembangunan memang fokus ke wilayah tengah kota. Selain itu, anggaran di pemerintah kota juga terbatas dan ada program prioritas. Namun, DPRD memiliki kewenangan dan akan berkolaborasi dengan anggota DPRD provinsi.
“Ada beberapa yang bisa dimasukan ke program saya tahun 2027 seperti drainase, dan nanti juga akan kolaborasi dengan anggota DPRD di Provinsi,” kata Rezky.
Penerangan jalan juga akan diupayakan, terutama jika sudah tersedia tiang. Untuk CCTV, Rezky akan mengupayakan masuk dalam programnya dan berkoordinasi dengan dinas terkait agar bisa dipasangkan sesuai permintaan masyarakat.
Reses Rezky Pakamundi dihadiri oleh perwakilan Kelurahan Tatura Selatan, beberapa ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta warga masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) III Kota Palu yang mencakup wilayah Kecamatan Palu Selatan dan Kecamatan Tatanga. Koordinator reses adalah Mardiyah dan Mamnun Aulia Rahman, dengan pendamping Sriyana dan Febriyani Arshinta.TDL

