Komisi B ingin memastikan operasional pasar tersebut. Sebab pembukaan pasar pasca renovasi belum juga dilaksanakan, padahal target awalnya sesuai pernyataan Wali Kota Palu, dilakukan pada akhir tahun 2025.
“Awalnya rencana buka akhir tahun 2025 seperti janji wali kota. Kemudian ada informasi lagi sebelum Ramadhan. Karena informasinya tidak pasti, maka komisi B berinisiatif meninjau langsung untuk melihat masalah yang ada di pasar tersebut,” kata Ketua Komisi B DPRD Kota Palu, Rusman Ramli saat memimpin tinjauan lapangan tersebut.
Dari kunjungan itu, Komisi B mendapat penjelasan dari Kepala Dinas Perdagangan Kota Palu, Irmawati Alkaf, bahwa pasar Tavanjuka akan dibuka satu minggu setelah hari raya idul fitri.
“Permintaan dibuka usai lebaran itu dari pedagangan sendiri yang sudah terdaftat. Sebenarnya kami sudah minta pedagang untuk masuk kepasar di bulan ramadhan ini, tapi pedagang sendiri yang minta habis lebaran saja, alasannya memindahkan barang sangat repot dan memakan waktu,” jelas Irmawati.
Dia menambahkan, kondisi pasar sebenarnya sudah bisa ditempati pedagang, meskipun ada beberapa fasilitas yang masih dibangun, seperti tempat penjual kelapa parut. Sedangkan fasilitas untuk penjual buah, sayur hingga penjual ikan semua sudah siap. Secara keseluruhan pasar Tavanjuka mampu menampung pedagang sebanyak 189 pedagang.
Dari kunjungan lapangan, Komisi B melihat area parkir pasar relatif lebih kecil, sehingga diperlukan pengaturan yang baik dari pengelola pasar nanti.
“Kondisi pasar sangat baik, pedagang dan pengelola pasar perlu menjaga fasilitas ini dengan baik, utamanya kebersihan. Apalagi pasar ini akan operasi hingga malam hari,” ujar Rusman Ramli.
Komisi B juga membuka ruang kepada Dinas Perdagangan untuk mengajukan anggaran jika masih ada kebutuhan pasar yang perlu diadakan, agar pasar bisa beroperasional dengan maksimal.
Sejumlah anggota komisi B turur serta dalam kunjungan itu yakni Nurkholis, Ratna Mayasari Agan dan Anna Fatimah Zukhra. (*)

