PALU, SultengPost – Reses masa persidangan caturwulan II tahun sidang 2026 anggota DPRD Kota Palu, Vivi Irade, di Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kecamatan Palu Utara, Jumat (21/8/2026), menjadi ruang bagi warga menyampaikan beragam persoalan yang masih membutuhkan perhatian pemerintah.
Vivi menyebut, rangkaian reses yang digelar di sejumlah kelurahan tersebut ditutup dengan suasana yang hangat dan partisipatif. Warga, kata dia, tidak sekadar hadir, tetapi aktif menyampaikan pertanyaan serta aspirasi terkait pembangunan di wilayah mereka.
“Alhamdulillah luar biasa. Suasananya sangat hangat, partisipatif dan pertanyaannya tajam-tajam. Itu bagus, berarti warga sudah melek dan peduli dengan pembangunan,” kata Vivi usai reses.
Sejumlah aspirasi yang diterima Vivi cukup beragam. Dari sektor infrastruktur, warga mengusulkan perbaikan jalan lingkungan, rabat bahu jalan, drainase, penerangan jalan, pembangunan MCK hingga program bedah rumah.
Sementara di sektor ekonomi, warga berharap adanya pelatihan serta dukungan bantuan bagi pelaku UMKM. Persoalan sosial juga turut mencuat, terutama terkait data Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang belum diperbarui, bantuan kesehatan dan pendidikan.
Tak hanya itu. Warga juga menyampaikan kebutuhan pelayanan administrasi kependudukan serta persoalan tapal batas antar-kelurahan.
“Semua demi kesejahteraan warga dan semua sudah saya catat,” ujarnya.
Vivi menegaskan, aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak berhenti pada forum reses. Ia mengklaim sejumlah usulan yang disampaikan warga dalam reses tahun sebelumnya telah berhasil diperjuangkan dan direalisasikan.
Di antaranya pengaspalan Jalan UV Tumbua, Lorong Bengkel Reparasi, Jalan Sarowele dan Lorong Ambon di Kelurahan Kayumalue Barat. Selain itu, terdapat pemasangan lampu jalan di sejumlah titik serta bantuan modal usaha bagi 40 warga dengan nilai Rp2 juta per orang.
Realisasi lainnya berupa rabat bahu jalan di Liku, Kelurahan Lambara, pengaspalan Jalan Lorong Pelabuhan Pantoloan, rabat beton Lorong Menteng, Mamboro, serta pemberdayaan sejumlah UMKM binaan di beberapa kelurahan.
“Ini bukti bahwa reses itu bukan janji. Reses itu bukti. Untuk yang belum terealisasi, kita tetap kawal sampai tuntas,” tegasnya.
Pascareses, Vivi memastikan seluruh aspirasi warga akan diperjuangkan melalui mekanisme kelembagaan DPRD. Usulan tersebut akan dibawa ke rapat komisi, dimasukkan dalam pokok pikiran DPRD, kemudian dikawal dalam pembahasan bersama Pemerintah Kota Palu.
Tak berhenti di sana, Vivi juga menjanjikan adanya laporan pertanggungjawaban reses kepada masyarakat setiap tiga bulan.
“Saya akan buat laporan pertanggungjawaban reses dan sampaikan ke warga setiap tiga bulan. Ini untuk transparansi, supaya warga tahu uang negara dan kerja anggota DPRD itu seperti apa,” jelasnya.
Menutup rangkaian reses, Vivi mengajak masyarakat menjaga persatuan meski terdapat perbedaan pandangan maupun kepentingan.
Ia juga membuka ruang komunikasi bagi warga yang ingin menyampaikan persoalan maupun usulan pembangunan di wilayahnya.
“Apapun beda pendapat, kita tetap satu. Apapun beda pendapat, kita tetap saudara. Saya titip kawal bersama-sama. Kalau ada usulan baru, pintu kantor dan rumah saya selalu terbuka,” pungkasnya.
Reses teraebut juga turut dihadiri staf sekretariat DPRD Kota Palu yaitu Anggun Oktalita S.Pd dan Moh. Arga Fajrin. ADK

