Persoalan kemacetan lalu lintas di jalan towua sejak beroperasinya jembatan lalove dan minimnya penerangan jalan menjadi keluhan utama warga saat kunjungan kerja daerah pemilihan (kunker dapil) anggota DPRD Kota Palu, Anna Fatimah.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua RT 1 Lorong Macam, Arif, menyampaikan bahwa arus lalu lintas di wilayahnya semakin padat sejak beroperasinya Jembatan Lalove, kondisi itu bahkan disebut telah memicu kecelakaan.
“Arus kendaraan sekarang semakin padat, sudah ada juga korban. Kami minta solusi seperti pemasangan polisi tidur atau pita kejut,” ujarnya.
Warga juga sempat berinisiatif mencari solusi sementara, namun dinilai belum efektif. Salah satu persoalan yang dihadapi adalah kemacetan saat kendaraan berhenti menunggu lampu lalu lintas, yang kerap menutup akses penyebrangan warga antara lorong macan dan lorong ganesa .
Selain itu, persoalan penerangan jalan di Lorong Toihali menuju wilayah Lolu turut menjadi perhatian. Minimnya lampu jalan membuat warga merasa tidak aman saat beraktivitas malam hari. Bahkan, disebutkan pernah terjadi aksi kriminalitas terhadap seorang warga akibat kondisi jalan yang gelap.
“Keluhan ini kami sampaikan agar ini dewan bisa menyamalaikan kepada pihak-pihak terkait,mungkin bisa dipasangkan lampu jalan,” kata Arif
Tak hanya itu, warga RT 1 juga meminta perhatian pemerintah terkait kondisi paving block yang dinilai perlu perbaikan.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Anna Fatimah menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi warga dengan berkoordinasi bersama dinas terkait. Ia menyebut usulan seperti pemasangan pita kejut dan perbaikan penerangan jalan akan diupayakan.
“Masukan dari masyarakat akan kami komunikasikan ke dinas terkait. Namun, karena adanya efisiensi anggaran, beberapa usulan mungkin harus menunggu proses,” ujarnya.

