PALU, DPRD PALU — Anggota DPRD Kota Palu, Sucipto S Rumu, mendorong pelaku ekonomi kreatif di wilayah Tatanga untuk mengoptimalkan bantuan modal usaha melalui anggaran pokok-pokok pikiran (pokir) yang disalurkan lewat Dinas Pariwisata.
Inisiatif ini disampaikan Sucipto saat menggelar agenda reses di Daerah Pemilihan (Dapil) Palu Selatan – Tatanga, Senin (2/2/2026). Ia menekankan pentingnya sinergi antara aspirasi masyarakat dan program kerja pemerintah daerah untuk memacu pertumbuhan ekonomi lokal.
Menurut Sucipto, masyarakat memiliki akses luas untuk mengembangkan maupun memulai usaha baru dengan memanfaatkan alokasi anggaran pokir melalui berbagai instansi kedinasan. Salah satu peluang besar terdapat pada sektor ekonomi kreatif yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kota Palu.
“Silakan diajukan permohonannya. Kelompok masyarakat yang memiliki grup band, misalnya, bisa mengusulkan bantuan alat musik sebagai penunjang kreativitas,” tegas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut di hadapan para konstituen.
Dalam pertemuan tersebut, Sucipto sengaja menghadirkan perwakilan Dinas Pariwisata Kota Palu guna memberikan edukasi langsung mengenai mekanisme teknis pengajuan bantuan. Hal ini bertujuan agar masyarakat memahami prosedur administratif agar usulan mereka memenuhi syarat.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Palu, Idrus Ishak, memaparkan terdapat 17 subsektor ekonomi kreatif yang dapat diintervensi oleh anggaran pemerintah. Cakupannya meliputi pengembangan sanggar seni, komunitas fotografer, pembuat konten digital, industri fesyen, hingga sektor kuliner dan desain interior.
Ia menjelaskan bahwa usulan yang masuk melalui mekanisme pokok-pokok pikiran anggota dewan memiliki peluang besar untuk diakomodir. Pihak dinas akan memverifikasi setiap usulan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak ekonomi nyata.
“Jika warga Tatanga berencana menggelar event wisata budaya atau membutuhkan dukungan untuk sanggar seni pertunjukan, sampaikan dalam usulan anggota dewan. Usulan pokir pasti akan kami tindak lanjuti,” jelas Idrus.
Idrus meminta masyarakat tidak menunda penyusunan proposal bantuan. Seluruh kebutuhan kelompok usaha harus tertuang secara tertulis dalam lembar aspirasi reses untuk kemudian diproses secara birokrasi melalui dinas terkait.
Senada dengan itu, Sucipto menyatakan komitmennya untuk mengawal setiap aspirasi yang masuk dari masyarakat Tatanga dan Palu Selatan. Baginya, reses merupakan momentum krusial untuk memetakan kebutuhan mendesak warga di tingkat akar rumput.
“Seluruh aspirasi kami kumpulkan untuk diusulkan bersama ke dinas terkait. Kami berupaya maksimal agar usulan masyarakat ini segera terealisasi. Jika ada yang belum terakomodir tahun ini, akan terus kami ajukan kembali,” pungkas Sucipto.

